Wednesday, December 23, 2009

In Praise of SLOW

Biar Lambat Asal Selamat, dahulu aforisma semacam ini dianut sebagai bagian dari kehidupan Timur yang tenang, damai, dan penuh pemaknaan terhadap kearifan hidup. Kini, nyaris semua orang HARUS bergerak capat. bahkan slogan calon Presiden kita yang lalu berslogan Lebih Cepat Lebih Baik! Mengiringi kehidupan yang semakin bergaya moderen, serba komputer yang supercepat terus beranak-pinak setiap tahun, kendaraan penumpang berlomba memperbesar dapur ruang pacu agar melaju lebih cepat lagi, makan dipercepat, dan banyak orang berlari terbirit-birit dari satu jadual ke jadual lainnya.

Apa yang salah dengan dunia kita yang kini serba cepat? Menurut Carl Honore, semua keyakinan bahwa kecepatan menjanjikan segala sesuatu akan berjalan lebih baik hanyalah mitos. Hmm....slogan Lebih Cepat Lebih Baik hanyalah mitos?? Maaf jangan tersinggung dulu, ini hanyalah pendapat seseorang, tapi sangat penting untuk direnungkan. Kenyataanya memang banyak hal dikorbankan dalam hal perlombaan kecepatan itu dan kita masih tetap diam di tempat.

Pada 1982, Larry Dossey, seorang dokter Amerika, menciptakan istilah time sickness (mabuk waktu) untuk menggambarkan sebuah kepercayaan obsesif bahwa "waktu senantiasa menghilang, dan manusia tak pernah merasa cukup waktu, dan bahwa kita harus mengayuh lebih cepat untuk dapat mengejarnya. Saat ini, seluruh dunia mengalami time sickness itu. Hari ini kita semua tunduk pada kultus kecepatan. Mengapa kita selalu dalam keadaan tergesa-gesa? Apa yang bisa menyembuhkan time sickness ini? Mungkinkah, atau bolehkah, memperlambat ritme kehidupan?

Pada tahun-tahun awal abad ke-21 ini, segala sesuatu dan semua orang, berada dalam tekanan untuk bergerak lebih cepat lebih baik. Beberapa contoh di negeri tercinta ini,terdapat program percepatan pembangunan, untuk sebuah daerah yang tertinggal, program akselerasi dalam dunia pendidikan, makanan cepat saji, dll. Akhirnya kehidupan yang kita rasakan saat ini bergerak dari suatu dunia di mana yang besar memangsa yang kecil menuju suatu dunia di mana yang cepat menghabisi yang lambat. Secara sadar manusia saat ini telah berkembang dalam situasi psikologi mengenai kecepatan,penghematan waktu, dan pemaksimalan efisiensi, yang semakin menguat dari waktu ke waktu.

Namun, setelah membaca buku ini, ada sebersit angan dan keinginan untuk menantang obsesi kita mengenai kebiasaan melakukan segala sesuatu secara lebih cepat. Kecepatan tidak selamanya merupakan kebijakan terbaik. Evolusi bekerja menurut prinsip survival for the fittest(yang terkuat yang bertahan) dan bukan survival for the fastest(yang tercepat yang bertahan). CMari kita ingat-ingat, siapakah yang keluar sebagai pemenang dalam perlombaan lari antara kura-kura dan rusa?

Ketika kita terus dalam keadaan bergegas sepanjang hidup, dengan selalu berusaha mendapatkan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih sedikit, sebenarnya kita sedang memaksa diri hingga pada titik yang membahayakan diri sendiri.

Saturday, December 19, 2009

Ternyata.......

Aku sedang duduk-duduk ngobrol dengan beberapa guru, Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan, dan seorang dosen yang cantik.....ada banyak cerita menarik dan sangat mengeelitik,menggelikan, dan akhirnya ingin ku tulis di sini......

Ternyata.....
Memang dunia pendidikan di negeri kita yeach bisa dibilang sdg mati suri....kenapa kukatakan demikian, karena di satu sisi, tampak hidup dengan banyaknya murid, gedung-gedung sekolah yang bagus, dan fasilitas bagus, ada yang berangkat sekolah, ada yang berngkat ngajar, ada yang jadi Kepala Sekolah, ada yang jadi Kepala Dinas sampai ada yang langganan jualan mainan dan kue dengan sepedanya di halaman sekolah....heh! Di satu sisi tampak mati, mati kreativitas, mati innovasi, mati karya, mati pendapat,mati kemandirian, mati kepribadian, karena hanya sedikit sekolah yang mengerti tentang kemandirian seorang anak dalam belajar. Setiaaap hari anak-anakku hanya masuk kelas, duduk manis, ndengerin Pak dan Bu Guru baca buku cerita, ada cerita PPKN, ada cerita Bahasa Indonesia, Matematika,IPS, Agama, Bahasa Inggris.....ouh...capek deeeh...belum lagi dapat titipan PR!

Dan Ternyata.......
Ada yang sedang bisik-bisik hampir tak terdengar ...tapi samar-samar aku paham maksudnya...."Siap-siap niiih anak-anak mau Ujian Nasional......team SETIP nya sudah disiapkan?" Sepertinya dia seorang Kepala Sekolah sedang berbisik kepada seorang guru, gurunya manggut-manggut sambil sedikit tersenyum....menoleh ke arahku...kubalas dengan senyuman termanisku! Deg...deg....deg...jantung
ku berdebar! Tak beraturan...tak ada irama tiba-tiba ingin berhenti...jangan...kubilang pada jantungku nanti aku nggak bisa dengerin obrolan selanjutnya.....ssssttt diem Batinku! Jangan ribut duluuu jangan protes duluuu, diem.....

Seorang Guru datang lagi menghampiri mereka berdua....."Wah...pokoknya siap-siap berbuat dosa lagi deeeh tahun ini, lha pesenannya Pak Bupati je...satu kabupaten harus lulus!" Langsung mereka bertiga tertawa lepaaas tanpa beban huaahhahahaha......sambil melirik ke arahku...aku yang duduk dekat mereka sekali lagi kuberikan senyum termanisku! Dasar! Sialan! Gerrrraaaam ingin ku tonjok muka mereka! Tapi apa daya...tanganku kecil, nggak jago silat, pengen kutendang nggak jago karate, pengen ku banting nggak jago Judo...dasar aku diciptakan menjadi seorang manusia paling cantik di dunia ini...maka aku hanya ...sekali lagi melepas senyuman termanisku!

Ternyata......
Heh! Begitulah...aku segera pulang menemukan anak-anakku sedang tekun belajar di kamarnya, sedang menghafal rumus-rumus Fisika, mencoba menguraikannya dalam bentuk soal-soal, Vq memang sedang semangat mengejar asa nya menjadi seperti Ayahnya, semoga naaak terkabul.....cita-citamu tanpa noda SETIP dari guru-guru mu....hiks.....hiks....hiks....

Friday, December 18, 2009

The Restricted Joke

A doctor was having an affair with his nurse. Shortly afterward, she told him she was pregnant. Not wanting his wife to know, he gave the nurse a sum of money and asked her to go to Italy and have the baby there.....

"But how will I let you know the baby is born?" She asked. He replied,"Just send me a postcard and write "spaghetti" on the back. I'll take care of expenses." Not knowing what else to do, the nurse took the money and flew to Italy.

Six months went by and then one day the doctor's wife called him at the office and said, "Dear, you received a very strange postcard in the mail today from Europe, and I don't understand what it means." The doctor said, "Just wait until I get home and I will explain it to you." Later that evening the doctor came home, read the postcard, fell to the floor with a heart attack.

Paramedics rushed him to the ER (emergency room)
The lead medic stayed back to comfort the wife. He asked what trauma had precipitated the cardiac arrest. So the wife picked up the card and read, "Spaghetti, Spaghetti, Spaghetti, Spaghetti - Two with sausage and meatballs, two without."

Wednesday, December 16, 2009

Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Dan Kedisiplinan Guru

Oleh : Irma Surayya Hanum

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah

Kualitas penyelenggaraan pendidikan selalu terkait dengan masalah sumber daya manusia yang terdapat dalam institusi pendidikan tersebut. Masalah sumber daya manusia, khususnya di sebuah lembaga pendidikan selalu mewarnai baik buruknya mutu pendidikan yang dihasilkan. Apalagi, realitas pendidikan Indonesia tampaknya masih kesulitan untuk dapat mengatasinya. Dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan, perhatian terhadap sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan memerlukan perhatian serius karena berkaitan erat dengan proses dan isi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah. Di antara sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan tersebut yang paling berhubungan langsung dengan kegiatan pendidikan adalah guru.

Masalah peningkatan mutu pendidikan merupakan masalah yang sangat kompleks dan penting sesuai dengan isi Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi: Sistem pendidikan Nasional harus menjamin pemerataan pendidikan, peningkatan mutu serta relevensi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional dan global. Karena itu peningkatan mutu pendidikan berarti berkaitan dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar, dalam hal ini diperlukan profesionalisme dan kedisiplinan seorang pendidik di dalam menyelenggarakan proses belajar di sekolah.

Profesionalisme dan kedisiplinan seorang Guru di dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik memang merupakan tanggung jawab pribadi guru itu sendiri. Kenyataannya, ada guru yang sangat profesional dan disiplin dalam menjalankan tugasnya, begitu juga sebaliknya, ada guru yang malas, kurang profesional, dan tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya, bahkan ada guru yang baru datang ke sekolah apabila akan menerima gaji.

Dari fakta di atas jelaslah bahwa untuk meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan guru diperlukan tanggung jawab penuh dalam diri seorang guru, selain itu juga sangat diperlukan peran seorang kepala sekolah sebagai pemegang kebijaksanaan dan keputusan tertinggi di Sekolah. Kepala Sekolah selain berfungsi sebagai administrator sekolah, juga berfungsi sebagai pengambil kebijaksanaan dan keputusan tertinggi di sekolah sekaligus dapat menindak tegas guru yang tidak profesional dan kurang disiplin di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan utama dan kode keguruan.

I.2. Rumusan Masalah

Bagaimana kepala sekolah menerapkan model kepemimpinan transformasional dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan guru?



BAB II. PEMBAHASAN

II.1. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah

Kepemimpinan merupakan proses di mana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan. Kepemimpinan transformasional dibangun dari dua kata, yaitu kepemimpinan(leadership) dan transformasional(transformational). Istilah transformasi berasal dari kata to transform, yang bermakna mentransformasikan atau mengubah sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda, misalnya mentransformasikan visi menjadi realita, atau mengubah sesuatu yang potensial menjadi aktual.

Adapun komitmen perilaku kepemimpinan transformasional menurut Burns(1978), mendefinisikan sebagai “ a process in wich leaders and followers raise to higher levels of morality and motivation. Gaya kepemimpinan seperti ini akan mampu membawa kesadaran para pengikut (followers) dengan memunculkan ide-ide produktif, hubungan yang sinergikal, kebertanggungjawaban, kepedulian edukasional, dan cita-cita bersama.

Pemimpin dan kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memiliki visi ke depan dan mampu mengidentifikasikan perubahan lingkungan serta mampu memtransformasi perubahan tersebut ke dalam organisasi; memelopori perubahan dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada individu-individu karyawan untuk kreatif dan inovatif, serta membangun team work yang solid; membawa pembaharuan dalam etos kerja dan kinerja manajemen; berani dan bertanggung jawab memimpin dan mengendalikan organisasi (Bass, 1985).

Yulk (1994) menyimpulkan esensi kepemimpinan transformasional adalah memberdayakan para pengikutnya untuk berkinerja secara efektif dengan membangun komitmen mereka terhadap nilai-nilai baru, mengembangkan ketrampilan dan kepercayaan mereka, menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas.

Secara sederhana kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai proses untuk merubah dan mentransformasikan individu agar mau berubah dan meningkatkan dirinya, yang di dalamnya melibatkan motif dan pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan.

Bass dan Avolio (1994) mengusulkan empat dimensi dalam kadar kepemimpinan transformasional dengan konsep 4 i yang artinya :

  1. idealized influence, yang dijelsakan sebagai perilaku yang menghasilkan rasa hormat (respect) dan rasa percaya diri (trust) dari orang-orang yang dipimpinnya. Mengandung makna saling berbagi resiko melalui pertimbangan atas kebutuhan yang dipimpin di atas kebutuhan pribadi, dan perilaku moral serta etis.
  2. inspirational motivation, yang tercermin dalam perilaku yang senantiasa menyediakan tantangan dan makna atas pekerjaan orang-orang yang dipimpin, termasuk di dalamnya adalah perilaku yang mampu mengartikulasikan ekspektasi yang jelas dan perilaku yang mampu mendemonstrasikan komitmen terhadap sasaran organisasi. Semangat ini dibangkitkan melalui antusiasme dan optimisme.
  3. intelllectual simulation. Pemimpin yang mendemonstrasikan tipe kepemimpinan senantiasa menggali ide-ide baru dan solusi yang kreatif dari orang-orang yang dipimpinnya. Ia juga selalu mendorong pendekatan baru dalam melakukan pekerjaan.
  4. individualized consideration, yang direfleksikan oleh pemimpin yang selalu mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan prestasi dan kebutuhan dari orang-orang yang dipimpinnya.

Formulasi teori Bass (1985) meliputi tiga komponen: karisma, stimulasi intelektual, dan perhatian yang diindividualisasi. Karisma adalah bagian terpenting dari kepemimpinan transformasional karena para pemimpin mempengaruhi pengikutnya dengan menimbulkan emosi yang kuat dan identifikasi dengan pemimpin tersebut. Stimulasi intelektual ialah proses seorang pemimpin untuk meningkatkan kesadaran pengikutnya terhadap masalah-masalah dan mempengaruhi pengikutnya untuk memecahkan masalah-masalah itu dengan perspektif yang baru. Perhatian yang individualisasi ialah dukungan, membesarkan hati, dan memberi pengalaman-pengalaman kepada pengikutnya untuk lebih berprestasi.

II.2. Kedisiplinan dan Profesionalisme Guru

II.2.1. Pengertian Kedisiplinan

Kedisiplinan dalam arti luas adalah sebuah sikap dan nilai-nilai yang harus ditanamkan dan dilakukan oleh setiap individu yang mempunyai pekerjaan agar tujuan yang hendak dicapai dapat tercapai. Maka kedisiplinan seorang guru di sekolah mengandung arti bahwa sebuah sikap dan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

II.2.2. Ciri-ciri Guru yang Disiplin dan Profesional

Dalam sistem dan proses pendidikan di mana pun sikap profesionalisme guru sangat menjamin proses belajar mengajar yang efektif sesuai yang diinginkan. Mengenai pentingnya mutu proses belajar mengajar Kusuma Atmajaya (1984) mengemukakan bahwa “ baik dan lengkapnya pengaturan kurikulum, metode mengajar, dan sarana pendidikan lainnya tidak menjamin keberhasilan pelaksanaan pendidikan karena keberhasilan sangatlah ditentukan oleh guru sebagai pelaksana”. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan mutu guru pemerintah telah melakukan berbagai usaha, melalui peningkatan sarana prasarana. Peningkatan kemajuan guru melalui peraturan-peraturan, pendidikan lanjutan, diskusi kelompok dan sebagainya. Selain itu untuk meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah harus ditunjang dengan sikap guru yang harus disiplin dan profesional sebagai kunci sukses peningkatan mutu pendidikan.

Ada pun ciri-ciri guru yang disiplin dan profesional antara lain:
  1. Disiplin terhadap perundang-undangan. Seorang guru dituntut untuk secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian yang harus dikembangkan oleh seorang guru.
  2. Disiplin taat terhadap organisasi profesi.
  3. Sikap hormat dan bekerjasama dengan teman se profesi.
  4. Seorang guru harus memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.
  5. Memelihara sikap terhadap anak didik.
  6. Di dalam kode etik guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa”guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila”, ini berarti guru harus membentuk anak didiknya menjadi manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila dan membentuk mental yang kuat yang dapat diandalkan sebagai pilar pembangunan bangsa Indonesia.
  7. Memelihara sikap terhadap tempat bekerja.
  8. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja dapat mempengaruhi produktivitas dan semangat kerja, hal ini perlu menjadi acuan setiap guru untuk menciptakan dan memelihara suasana yang nyaman dalam lingkungan sekolah agar tercipta suasana harmonis di sekolah.
  9. Memelihara hubungan yang baik dengan atasan.
  10. Sebagai salah seorang anggota organisasi, guru akan selalu dalam pengawasan seorang pemimpin. Guru wajib membina hubungan baik dengan kepala sekolahnya.
  11. Disiplin terhadap pekerjaan, yang paling diinginkan dan diperlukan sekaligus harus dimiliki agar tercipta proses belajar mengajar yang diinginkan.

II.3. Upaya Meningkatkan Profesionalisme dan Kedisiplinan Guru Melalui Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah

Setiap pemimpin harus memiliki jiwa dan sikap yang dapat memberi contoh-contoh dan teladan bagi bawahannya. Dengan menggunakan model kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme guru, beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain adalah:
  1. Idealized influence: kepala sekolah merupakan sosok ideal yang dapat dijadikan panutan bagi guru dan staf nya, dipercaya, dihormati, dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan sekolah. Seorang kepala sekolah harus mampu membuat aturan dan tata tertib dan menjalankannya sesuai hasil keputusan bersama.
  2. Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan staf nya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah dapat menyiapkan kurikulum sekolah yang tepat sesuai dengan kemampuan dan keahlian guru, meningkatkan keprofesionalan kerja, agar guru dapat termotivasi untuk berprestasi dalam bekerja.
  3. Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan guru dan staf nya dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk menjadikan sekolah ke arah yang lebih baik. Langkah ini dimaksudkan untuk lebih mendukung dan mendorong tingkah laku positip dan disiplin guru.Langkah ini mempunyai strategi antara lain : a. Pemberian penghargaan yang membesarkan hati guru dan akan lebih mendorong guru berprestasi lagi. b. Pemberian insentif yang berupa tanda jasa yang dapat menjadikan guru selalu bertindak secara profesional dan disiplin.
  4. Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih dan penasihat bagi guru dan staf nya. Kepala sekolah dapat mengoreksi dan memperbaiki perilaku yang indisipliner dan malas, langkah ini mempunyai strategi:
  • Menggunakan teguran yang lemah untuk mengehntikan tingkah laku guru yang bersifat negatif.
  • Menggunakan tindakan yang keras untuk suatu tindakan yang melanggar peraturan
  • Memberikan sanksi yang logis terhadap pelanggaran tata tertib.

BAB III. PENUTUP

III.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian literatur tentang model kepemimpinan transformasional, dapat disimpulkan bahwa seorang kepala sekolah dapat lebih menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang efektif dengan hasil kerja yang lebih baik. Oleh karena itu merupakan hal yang sangat menguntungkan jika para kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan transformasional di sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan guru sebagai ujung tombak untuk menghasilkan kelulusan yang berkualitas.

III.2. Saran-saran

Ada beberapa saran kepada Kepala Sekolah dalam menerapkan kepemimpinan transformasional terhadap guru :
  1. Berdayakan guru untuk melakukan hal yang terbaik untuk sekolah.
  2. Berusaha menjadi pemimpin yang bisa diteladani berdasarkan nilai tertinggi.
  3. Dengarkan semua pemikiran guru untuk mengembangkan semangat kerja sama sehingga guru merasa dihargai, dapat sadar dengan sendirinya untuk berpeilaku disiplin dan profesional.
  4. Ciptakan visi yang dapat diyakini oleh semua komponen pendidikan di sekolah (guru,staf,orang tua, masyarakat, pemerintah).
  5. Bertindak sebagai agen perubahan dengan memberikan contoh bagaimana menggagas dan melaksanakan suatu perubahan.
  6. Menolong lembaga pendidikan dengan cara menolong orang lain (khususnya guru) untuk merasa memiliki terhadap sekolah, sehingga menjadikan guru yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA

John Hall, et. Al. 2002. Transformational Leadership: The Transformation of Managers and Associates. On line : www.edits.ifas.ufl.edu

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Usman, Husaini. 2009. Bab 6 Kepemimpinan Dan Kekuasaan,Manajemen, Teori,Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Tjiptono,F dan Diana,A. Total Quality Management. Yogyakarta: ANDI

Tuesday, December 15, 2009

Menjadi Ibu....

Ada banyak cerita, salah satunya begini.....

Aku sedang duduk di depan sebuah poli di rumah sakit yang penuh antri pasien....duh...ramme dan bau obat,keringat,abab...bercampur jadi satu, sabar antri ceritanya....dah kunikmati aja jadi rakyat biasa. Kenapa kukatakan sebagai rakyat biasa?? Soalnya begini....ada sebuah tradisi di negara kita aja mungkin ya, kalo istri pejabat,istri dokter juga nih, dapat perlakuan khusus, tanpa harus antri he...he...he...monggo...monggo...ibu dipersilahkan...nah pasien yang lain yang udah antriiii cuma bisa menatap...tanpa bisa protess hihhiihhii, yang salah siapa hayooo? Yang salah yaaa aku, udah tahu istri dokter ngapain ikut antri jadi pasien dokter lain...ha...ha...ha...kan dah punya dokter sendiri....

Nah....sedang menikmati pisang rebus yang di jual para penjual keliling di rumah sakit, ada seorang ibu setengah baya...berjalan terseret...membawa sebuah tongkat penyanggah tubuhnya...yang sudah mulai lemah....di tangan kanannya membawa berkas status penyakitnya, tangan kirinya menenteng tas agak kumal dan agak besar mungkin berisi uang,kunci rumah,sapu tangan, bedak,roti,atau...kosong hanya selembar karcis antrian? nggak tahulah....kok nebak-nebak....

Ibu tadi duduk persis di sebelahku. Nafasnya terengah-engah karena harus naik ke lantai empat, meskipun dah ada lift, tetep terlihat capeek , wajahnya nggak terlalu sedih, masih bisa tersenyum kusapa...."Silahkan duduk sini , Bu...nggak apa-apa...", kasihaaan pikirku...aku tak berdiri aja deh....sambil lihat-lihat ke lantai bawah yang penuuuh pasien,seliweran dokter, perawat, mahasiswa, dan kantin-kantin makanan penuh orang sarapan....begitu kulihat kursi masih ada sedikit untukku, aku duduk lagi di sebelahnya.

Sedikit ngantuk....kudengar pelan-pelan Ibu itu bicara sendiri...karena hanya aku yang dengar, yaaa kudengarin aja. "Punya anak empat...semua jauh". Aku manggut-manggut sambil melirik kepadanya. "Yaaa begini ini nak...sudah tua, penyakit numpuk,suami nggak ada, anak nggak ada....". Langsung aku tertarik tuk bertanya sesuatu. "Lho...suami ke mana...?" "Sudah meninggal....". "Lha anak-anak Ibu ke mana...?" "Anak saya empat naaak, satu di Bandung, satu di luar Jawa, dua di Jakarta, semua sudah jadi 'orang', sukses...". Sambil tersenyum dan bangga, dia menoleh ke arahku...."Sampean masih muda naaak seperti anakku yang nomer tiga, umurnya baru 30 tahun....". Alhamdulilllah padahal aku sudah hampir empat puluh...? 10 tahun tampak lebih muda menurutnya....

Bagaimana anak-anaknya yang katanya dah sukses, dah jadi orang, membiarkan ibunya seorang diri...berobat ke rumah sakit ini??? Maaf, tahu sendiri kan bagaimana di rumah sakit pemerintah? Terseret-seret jalannya, tasnya udah kumal, bajunya udah bau keringat, masyaalloh.....di manakah anak-anakmu buuuuuu? Berkecamuk segala macam pertanyaan,bisa kah di sebut anak durhaka mereka? duh...Alloh...ampuni mereka yang tidak mengerti akan penderitaan ibunya...ibunya...ibunya...anak empaaat kan cukup banyak? Bisa berbagi tugas merawat ibunya? Bisa berbagi duit tuk menafkahi ibunya? "Yaaah nak, Aku dulu merawat, mendidik anak-anaku, dengan disiplin yang bagus, kukasih dia gizi yang terbaik, kusekolahkan dia dengan sekolah yang terbaik,kuajari ngaji, kusuruh sholat lima waktu, karena aku ingin anak-anakku jadi orang sukses, nggak seperti aku yang cuma ibu rumah tangga....". Dengan tak henti-henti nya dia bercerita...membanggakan anak-anaknya.....

Karena sudah tak tahan lagi, aku tiba-tiba protes dengan nada agak tinggi "Lho ! Bu! Lha sekarang kemana semuaaa tuh anak-anak yang ibu ceritakan?!". Ibu itu kaget! Menatapku...tapi kembali tersenyuuum...duuuh Ibu ini....bikin aku gregetan aja...dia ambil nafas dalam-dalam sambil sedikit menerawang jauuuh mungkin sedang menyusun kata-kata tuk menjawab pertanyaanku....."Aku memang sengaja merahasiakan keluh kesahku, sengaja menutup-nutupi sakitku,sengaja...semua kusengaja...agar anak-anakku nggak ikut sedih, aku ingin mereka sukses dengan kariernya naaak, biarlah dunia mereka jadi miliknya, biarlah duniaku saat ini hanya aku yang menikmati, biarlaah...biarlaaah mereka hanya tahu Ibunya senang,sehat, dan masih kuat membiayai hidupnya sendiri....". Aku trenyuuuh mendengarnya...menetes air mataku..tapi cepat-cepat ku apus...takut Ibu itu tahu....dilanjutkannya lagi..."Lha yo naaak, anak sedikit, anak banyak....sama aja...semua akan meninggalkanmu nak, tapi biarlaaah jangan kita ini nggandoli, menambah beban pikiran mereka, lha yang penting keluarganya baik-baik, jadi orang sukses, yaaa sudah...aku nggak minta yang lain-lain lagi, itu memang sudah menjadi cita-citaku...nak?"

Duuuuh semudah itu Ibu itu bercerita dan bertutur kata.....salahkah? Benarkah? Aaaah itu sudah menjadi pilihannya menjalani hidupnya.....selanjutnya aku hanya bisa diam...."Bu Irma!" yaaaah sudah dipanggil.....

Saturday, December 12, 2009

Lubang terdalam di dunia

Posted by jokerkeriting on February 17, 2009

Lubang ini tidak hanya luar biasa, namun beberapa di antaranya benar-benar menakutkan – terutama no 8. Lubang-lubang ini mengingatkan kita tentang bagaimana kecilnya kita.

1. Kimberley Big Hole – South Africa

Lubang ini adalah yang terbesar pernah digali manusia di atas bumi ini, tambang ini mempunyai kedalaman 1.097 meter dan telah menghasilkan lebih dari 3 ton berlian sebelum ditutup pada tahun 1914.

Jumlah tanah yang terbuang oleh penambangan diperkirakan sekitar 22.5 juta ton.

****

2. Glory Hole – Monticello Dam, California

Glory hole berguna ketika bendungan dalam kondisi kelebihan air yang harus dilimpaskan dari waduk.

Ini adalah ‘Glory Hole’ di Bendungan Monticello, dan merupakan spillway terbesar di dunia, dengan ukuran ini mampu melimpaskan 14.400 kaki kubik air setiap detik.


Lubang dapat dilihat pada bagian kiri atas foto di atas. Jika Anda terjun ke dalam spillway untuk beberapa alasan, tubuh Anda akan memancar keluar di bagian bawah bendungan (di bawah).

***

3.Bringham Canyon Mine, Utah

Lubang ini dibuat manusia untuk pertambangan. Pengerukan dimulai pada tahun 1863 dan masih terus berlangsung sampai dengan hari ini. Pada saat ini ukuran lubang adalah dengan kedalaman 0,75 mil dan lebar 2,5 mil.

***

4.Great Blue Hole, Belize

Fenomena geografis yang luar biasa ini dikenal sebagai “blue hole” terletak 60 mil di bagian daratan Belize. Terdapat banyak “blue hole” di seluruh dunia, tetapi tidak seperti yang menakjubkan ini.

Pada permukaan diameter lubang adalah 0,25 mil, dengan kedalaman mencapai 145 meter. Dengan jelas bisa diamati dengan menyelam.

***

5.Mimmy Diamond Mine, Serbia

Banyak orang telah melihat lubang satu ini. Mereka berpendapat bahwa penambangan intan ini hasil perbuatan manusia terburuk yang pernah ada di dunia. Pada 525 meter kedalaman dan diameter atas 1200 meter, bahkan telah ditetapkan larangan terbang di atas zona lubang karena beberapa helikopter pernah jatuh kedalam lubang tersebut.

Panah merah pada foto di atas adalah yang truk besar.

***

6.Diavik Mine, Canada

Tambang luar biasa ini dapat ditemukan 300 km Yellowknife di timur laut Kanada.

Tambang ini sangat besar dan berada di daerah yang jauh sehingga memiliki bandara dengan landasan yang cukup besar untuk menampung sebuah Boeing 737. Sangat indah terlihat dari atas ketika musim dingin dan di sekitarnya adalah gurun es .

***

7. Sinkhole in Guatemala

Sinkhole disebabkan ketika air, biasanya air hujan atau air selokan, di pompa dari bumi pada skala besar, sehingga menyebabkan perubahan tekanan dari bawah, ketidakstabilan alam dan menyebabkan permukaan tanah “collaps” atau runtuh ke dalam bumi.
PS : Liat lah perbandingan lubang Guatemala dengan Patung Liberty , 2 kali lipatnya lebih !!

Ini adalah foto dari sinkhole yang terjadi awal tahun 2003 di Guatemala. Lubang ini menelan belasan rumah dan menewaskan sedikitnya 3 orang.

Kesalahan pekerja menyebabkan lubang runtuh dan memutuskan pipa kotoran.